Posts

Showing posts with the label Kisah Kiai Arwani

Cara Menjadi Penghafal Al-Qur’An Yang Dicintai Allah

Image
Dalam pandangan Kiai Ulin Nuha Arwani, ada tiga kriteria yang sanggup dilakukan dalam menjaga Al-Qur’an. Yakni membaca, mengamalkan dan berakhlak sebagaimana sikap yang ada dalam kitab suci umat Islam tersebut. Hal itu disampaikannya pada program Haflah Khotmil Qur’an ke-42 Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan, Mranggen Demak, Jawa Tengah asuhan KH. Muhibbin Muhsin al-hafidz dan Nyai Hj. Nadhiroh Ma’shum al-Hafidzah. Kiai Ulin Nuha menjelaskan syukur itu ada dengan bil janan, syukur dalam hati. “Artinya hati kita berkeyakinan dengan sesungguhnya, bahwa yang kita terima itu merupakan murni fadhal, anugerah, bukan sebab kepintaran dan kecerdasan kita,” katanya di hadapan hadirin. Juga ada syukur bil arkan, yakni mensyukuri nikmat dengan anggota tubuh, baik lahir maupun batin. “Semuanya kita gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.” jelasnya. Tangan dipakai untuk saling tolong menolong kepada siapa saja yang membutuhkan. Mulut dipakai untuk memperbanyak baca shalawat, m...

Ceramah Kh.M. Ulinnuha Arwani

Image
Transkip Lengkap Mau’idzoh Hasanah (ceramah) Romo KH. Muhammad Ulinnuha Arwani dalam Acara Peresmian Gedung SMPQT Yanbu’ul Qur’an 1, Pati (6 Juli 2017) Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wabihi nasta’inu ‘ala umurid dunya wad-din was-sholatu was-salamu ‘ala asyrofil mursalin, sayyidina wa maulana muhammadin, wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in, amma ba’du. Dumateng ingkang minulya, Bapak Bupati Pati lan sedaya tamu-tamu ajakan ingkang kawula boten saged nyebat setunggal-setunggalipun. Langkung rumiyin, kita tasyakur dumateng Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ingkang sampun paring pinten-pinten ni’mat, rahmat, fadhal kanugrahan dumateng kita sedaya, ingkang antawisipun kita kaparingan ni’mat shihah wal afiyah, sahingga kanthi pinten-pinten ni’mat kasebat, wonten ing wekdal enjang menika, kita saged sareng-sareng ndherekaken upacara peresmian/pembukaan Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 1 lan SMPQT 1 Pati, ingkang mugi-mugi wontenipun pendidikan menika dipun paringi b...

Karomah Kh.M. Arwani Amin (Mbah Arwani Kudus)

Image
Air Putih Berfungsi Sebagai Bahan Bakar Suatu hari, Mbah Arwani pergi ke luar kota untuk menghadiri suatu program bersama beberapa kyai dengan memakai mobil. Selepas menghadiri acara, rombongan Mbah Arwani pun pulang menuju Kudus. Baru hingga di tempat Rembang tiba-tiba mobilnya mogok. Setelah diperiksa oleh sang sopir, ternyata materi bakar mobilnya habis. Sang sopir dan beberapa anggota rombongan bingung, alasannya ialah pada waktu itu sangat jarang keberadaan SPBU atau yang menjual BBM eceran di pinggir jalan. Di ketika sopir dan para kyai kebingungan, tiba-tiba Mbah Arwani memberi air putih kemasan dan dawuh, “Coba tuangkan pakai air putih ini”. Tanpa ragu, sang sopir pun mengiyakan dawuh Mbah Arwani tersebut. Subhanallah, kendaraan beroda empat pun kembali sanggup berjalan. Pergi ke Madinah Dalam Sekejap KH. Manshur Popongan ialah guru thariqahnya Mbah Arwani. Saat Mbah Manshur dirawat di sebuah Rumah Sakit di kota Solo, Mbah Arwani menjenguk gurunya itu. Di sela-...

Kisah Karomah Kh.M. Ulinnuha Arwani

Image
Sewaktu aku masih mondok di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (PTYQ Pusat) Kudus sekitar tahun 2002-2007, aku pernah mendengar kisah dari sopir langsung Buya (KH.M. Ulinnuha Arwani) yang berjulukan Mas Ayi. Mas Ayi yakni santri senior yang juga menjadi khadim di Ndalem Buya. Mas Ayi bercerita: “Suatu hari, aku pernah mengantar Buya ke Jakarta untuk menghadiri suatu acara. Pada ketika gres hingga Kabupaten Karawang, Buya menyuruhku untuk mempercepat kecepatan kendaraan beroda empat sebab waktunya sudah mepet. Saat kendaraan beroda empat melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah bus yang menyalip kendaraan di depannya. Akhirnya, bus itu pun menyerempet kendaraan beroda empat yang ditumpangi Buya, kendaraan beroda empat Buya pun terlempar ke trotoar atau pembatas jalan. Subhanallah, kondisi saya, Buya dan Bu Nyai tidak apa-apa, bahkan mobilnya pun tidak lecet sama sekali. Sebelum goresan itu terjadi, Buya memang sempat menyuruhku untuk memejamkan mata. Ja...

Adab Mengaji Al-Qur’An Berdasarkan Kiai Arwani

Image
Bismillahiirrahmanirrahim Sopan santun/tata cara membaca Al-Qur’an itu banyak sekali. Adapun cara yang paling baik ialah harus tubuh higienis juga pakaiannya, serta wajib suci yakni berwudlu lebih dahulu, duduk yang baik, damai anggota badannya dan damai hatinya dan harus nrimo membacanya hanya alasannya yakni Allah. Lebih utama dibaca diwaktu sholat atau setelah sholat. Lebih baik lagi membacanya diwaktu malam hari, lebih-lebih setelah tengah malam. Kalau akan membaca Al-Qur’an lebih dahulu membaca ” اعوذ بالله من الشيطان الرجيم“ dan membacanya yang terperinci (tartil), terperinci tiap-tiap hurufnya, dibaca berdasarkan makhroj dan sifat-sifat hurufnya begitu juga tajwidnya harus yang benar, dan harus dijaga waqof (berhenti) washolnya (sambung). Kalau semestinya waqof maka harus diwaqofkan, sebaliknya jikalau washol maka harus diwasholkan. Adapun hal-hal yang memudahkan kita untuk mengetahui mana yang sebaiknya waqof atau washol itu kita harus memperhatikan pada gejala waq...