Posts

Showing posts with the label kisah gusdur

Kisah Keikhlasan Gus Dur Dalam Beramal

Image
Dikisahkan oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, ihwal keikhlasan sosok KH AbdurrahmanWahid (Gus Dur). Suatu hari KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) menggelar program ijab kabul putra beliau. Saat itu, untuk membantu kelancaran acara, Gus Dur menawarkan pertolongan banyak sekali  sehingga program ijab kabul sanggup berjalan dengan baik. Selanjutnya Gus Dur pun berkata kepada Mbah Moen bahwa kewajibannya untuk membantu program Mbah Moen sudah dilaksanakan. Sekarang saatnya Mbah Moen membantunya dengan menutupi semua amal kebaikan yang sudah dilakukannya dan tidak menceritakan kebaikannya tersebut kepada orang lain dengan banyak sekali cara. Salah satunya, Gus Dur meminta kepada Mbah Moen untuk akal-akalan saling bermusuhan semoga segala amal kebaikannya tidak diketahui oleh orang lain. Cukup Allah SWT yang tahu. Oleh alasannya yaitu itu ketika semasa hidup Gus Dur, Mbah Moen dan Gus Dur terlihat sangat bermusuhan alasannya yaitu memang sudah direncanakan untuk bersandiwar...

Kisah Kh. Hasyim Asy’Ari Menggendong Nabi Khidir

Image
Hujan turun dengan begitu deras di Kabupaten Bangkalan ketika itu, khususnya di Demangan, Pondok Pesantren asuhan Syaikhona Kholil al-Bangkalani. Meski hujan mengguyur dengan derasnya, ada saja orang yang bertamu kepada beliau. Terlihat di antara rerintik hujan yang semakin deras, seorang renta lumpuh dengan susah payah hendak berkunjung menemui Syaikhona Kholil. Syaikhona segera tanggap, dia kemudian memerintahkan santrinya untuk menyusul. “Adakah di antara kalian yang mau menggendong dan membawa tamuku di luar sana itu?”  “Biar aku saja, Yai,” jawab seorang santri muda mendahului teman-temannya. Santri muda itu bergegas meloncat menembus rerintik hujan yang semakin deras, menghampiri orang renta itu. Tanpa pikir panjang, ia menggendongnya untuk menemui Syaikhona Kholil. Dengan sangat akrab, Syaikhona Kholil menyambut tamunya, dan di antara keduanya terjadi obrolan empat mata. Tidak beberapa lama, rupanya percakapan mereka telah usai. Syaikhona Kholil mendatangi santr...

Kisah Tirakatnya Ibunda Gus Dur

Image
Nyai Sholichah ialah putri KH. Bisri Syansuri, dia menikah dengan KH. Wahid Hasyim, putra Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Nyai Sholichah selalu menentukan dan memilah biji-biji beras dari karungnya, mengambil sedikit yang terbaik, kemudian dipisahkan dari yang kebanyakan. Beliau dengan setia melafalkan shalawat tiap memungut beras, sebiji demi sebiji, membasuhnya dengan lembut, dan kembali menjumput beras sebutir demi sebutir untuk dimasukkan ke dandang. Setiap tahap diiringi shalawat sampai periuk nasi pun siap untuk menanak. Tidak ada yang boleh menyentuh nasi yang mengandung shalawat itu selain ayah mertuanya Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari, suaminya KH. Wahid Hasyim, dan anak sulungnya Abdurrahman Ad-Dakhil (Gus Dur). Hanya untuk ketiga pria istimewa itu, Nyai Sholichah setia melantunkan shalawat tiap menanak nasi. Dan, nasi itu pelan namun niscaya menumbuhkan Abdurrahman sampai cukup usia. Ya, Abdurrahman Ad-Dakhil itulah Gus Dur, yang telah sewindu wafat. ...

Kisah Pendeta Katolik Mengakui Kewalian Gus Dur

Image
Tidak sedikit umat Islam yang menganggap jikalau KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai wali. Manusia yang punya kemampuan spiritualitas di atas rata-rata, supranatural atau dalam bahasa pesantren terkenal dengan istilah khoriqul 'adah.  Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj yang merupakan guru besar ilmu tasawuf pun tak kalah menyakini terhadap kewalian kiai yang terkenal disapa Gus Dur tersebut.  Namun, kehebatan Gus Dur dalam membaca insiden yang belum terjadi, tidak hanya diyakini dan diakui oleh umat Islam. Pasalnya, Antonius Benny Susetyo atau yang dekat disapa Romo Benny juga mengakui kemampuan spiritualitas Gus Dur.  Saat ditemui NU Online usai mengisi Seminar Kebangsaan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (14 /12), laki-laki yang juga menjadi pastur ini menyampaikan bahwa Gus Dur bisa membaca gejala zaman.  Di antara yang Romo Benny ungkap, yakni wacana insiden peristiwa tsunami yang terjadi di Provinsi Aceh. Sebuah insiden yang pernah m...

Kerinduan Gus Dur Pada Gus Miek

Image
Gus Miek: Wajah Sebuah Kerinduan Gus Miek, panggilan bersahabat tokoh semaan Al-Qur’an, Kyai Haji Hamim Jazuli, Sabtu 5 Juni kemudian meninggal di RS. Budi Mulya, Surabaya dalam usia 53 tahun, alasannya yaitu mengidap kanker paru-paru dan ginjal akut. Jenazahnya dimakamkan tanggal 6 Juni di Pemakaman Auliya Tambak, Kecamatan Mojo, Kediri, bersebelahan dengan makam KH. Anis Ibrahim dan KH. Achmad Shidiq. Teman dekatnya, KH. Abdurrahman Wahid -- Ketua PBNU, menuliskan obituari khusus untuk media “Kompas” berikut ini: TIGA tahun lalu, di beranda sebuah surau di Tambak, Desa Ploso, Kediri, saya berhasil mengejarnya. Mobil yang saya tumpangi menelusuri kota Kediri sebelum melihat kendaraan beroda empat Gus Miek di sebuah gang, tengah meninggalkan daerah itu. Dalam kecepatan tinggi, mobilnya menuju ke arah selatan dan hanya sanggup kami bayangi dari kejauhan. Setelah membelok ke barat dan kemudian ke utara melalui jalan paralel, balasannya kendaraan beroda empat itu berhenti di depa...