Posts

Showing posts with the label kisah hikmah ulama

Kisah Kerendahan Hati Para Kiai

Image
Saya tidak absurd dengan ndalem tersebut. Pertama kali aku menginjakkan kaki di sana bersama abah saya.  "Kalau badung dijewer mawon (saja), Kiai," kata abah kepada pemilik ndalem itu ketika menitipkan aku kepadanya.  Pemilik ndalem itu ialah KH. Masbuhin Faqih, Gresik. Ia sosok kiai yang tawadhu luar biasa kepada guru-gurunya. Beliau sering kisah betapa semua yang didapatkan hari ini tak lain dan tidak bukan alasannya ialah doa dari guru-gurunya.  "Al-faqir ini orang yang bodoh, yang menciptakan pondok ini besar dan dipercaya masyarakat berkah dari keridhoan para guru," ucap Kiai Masbuhin dalam banyak sekali ceramahnya.  Banyak pelajaran yang dia ceritakan pada para santri. Mengenai masa-masa dia selama nyantri di Langitan, Tuban. Salah satunya, selama 15 tahun nyantri dia tidak berani sekali pun melewati depan ndalem-nya Kiai Abdul Hadi Zahid maupun Kiai Abdullah Faqih.  Pernah suatu ketika dia dicoba oleh Allah, ayahandanya tidak sanggup ...

Kisah Teriakan Seorang Kiai Merobohkan Tentara Belanda

Image
Suatu ketika, seseorang berjulukan Abdussalam naik kendaraan. Di depannya ada kendaraan lain yang dipakai opsir Belanda. Abdussalam pun mendahului kendaraan yang dinaiki orang Belanda itu.  Merasa dirinya superior, orang Belanda ini tersinggung sebab kendaraannya disalip kendaraan orang pribumi. Lalu beliau mengarahkan moncong senjatanya ke arah Abdussalam.  Kali ini, orang Belanda berhadapan dengan pribumi yang lain dari yang lain. Abdussalam bukannya berlari, namun malah berteriak dengan keras sehingga orang Belanda tersebut jatuh pingsan.  Berteriak dalam bahasa Arab yaitu “shaihah” yang di pengecap orang Jawa menjadi “shihah”. Maka, semenjak dikala itu orang-orang memanggil Abdussalam dengan sebutan Mbah Shihah atau Kiai Shihah. Siapakah Abdussalam? Dia yaitu salah seorang tokoh yang turut serta dalam Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro (1825-1830). Ada beberapa pembantu tokoh ini yang berhasil meloloskan diri dari sergapan tentara penja...

Kisah Keistimewaan Membaca Shalawat Nabi

Image
Sufyan Ats-Tsauri pernah menuturkan sebuah pengalamannya ketika sedang berada di Masjidil Haram. Satu dikala Sufyan Ats-Tsauri berthawaf mengililingi Ka’bah. Saat itu ia bertemu dengan seorang pria yang juga sedang berthawaf. Yang menarik perhatiannya ialah bahwa setiap kali pria itu mengangkat kakinya dan setiap kali ia meletakkan kembali kakinya di tanah pastilah ia barengi dengan membaca shalawat kepada Nabi. Hal itu menciptakan Sufyan Ats-Tsauri ingin tau dan memberanikan diri bertanya kepadanya. “Saudara, saya lihat engkau tidak membaca tasbih dan tahlil, namun engkau selalu membaca shalawat Nabi. Apakah ada sesuatu yang terjadi pada dirimu?” Mendapat pertanyaan demikian pria itu menjawab dengan bertanya, “Anda siapa? Semoga Allah menyejahterakan Anda.” “Aku Sufyan Ats-Tsauri,” jawab Sufyan. Laki-laki itu berkata, “Kalau saja engkau bukan orang aneh di masamu, maka tak akan saya ceritakan keadaanku kepadamu dan tak akan saya perlihatkan rahasiaku kepadamu.” ...

Kisah Sunan Kalijaga Dihentikan Pergi Haji

Image
Semua umat Islam niscaya mempunyai keinginan untuk berkunjung ke rumah Allah (baitullah) Ka’bah di Mekah untuk menunaikan rukun Islam kelima, haji. Berkunjung ke makam Rasulullah saw. di Madinah. Dan napak tilas situs-situs bersejarah Islam lainnya. Semua umat Islam mempunyai impian sanggup tiba ke sana. Tidak terkecuali Sunan Kalijaga atau Raden Sahid. Sunan Kalijaga merupakan salah seorang anggota Wali Songo. Sekumpulan alim-ulama yang berhasil mengislamkan masyarakat Nusantara, utamanya Jawa.  Dikisahkan, suatu ketika Sunan Kalijaga berada di Malaka (Aceh). Ia mempunyai kehendak untuk menjalankan ibadah haji. Namun siapa sangka, seorang ulama senior pada dikala itu, Syaikh Maulana Maghribi, meminta Sunan Kalijaga untuk kembali ke Jawa. Tidak memperkenankannya untuk melanjutkan perjalanannya ke Mekah. Larangan Syaikh Maulana Maghribi terhadap Sunan Kalijaga tersebut bukan tanpa dasar. Syaikh Maulana Maghribi beralasan, kalau Sunan Kalijaga tetap pergi haji maka masyaraka...

Kisah Ketawadhuan Kh. Abdul Wahab Chasbullah

Image
Sebantal Berdua Santri dan Kiai Santri muda berjulukan Ibrahim itu tiba jauh dari pelosok Sumatera Selatan ke Cirebon. Menemui seorang Kiai di Buntet Pesantren yang disebut-sebut oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari sebagai penjaga langit tanah Jawa. Kiai Abbas namanya. Kiai Abbas menatap tajam pada sosok di depannya. Menganggukkan kepala tanda ia berkenan mendapatkan Ibrahim. “Saya tidur dimana, Pak Kiai?” tanya Ibrahim salah tingkah melihat Sang Kiai masih terus menatapnya. ‘Ya di rumah ini. Itu kamarmu.” Ibrahim terkejut. Santri lainnya diarahkan menuju pondok, sementara ia malah diminta menetap di rumah Sang Kiai. Maka hari-hari selanjutnya, Ibrahim mendapatkan gemblengan banyak sekali ilmu khusus pribadi dari Kiai Abbas. Belajar pribadi bertatap muka dengan Sang Kiai ialah anugerah luar biasa. Tapi keberuntungan Ibrahim tidak hanya hingga di sana. Sebagai Kiai NU yang disegani di wilayah Jawa Barat, Kiai Abbas sering bepergian ke sejumlah wilayah. Ibrahi...

Kisah Kh. Mustain Romli Dihentikan Berguru Ilmu Kanuragan

Image
Suatu saat KH. Mustain bin Romli muda mohon izin kepada ayahandanya simbah KH, Romli bin Tamim (Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, Jawa Timur) untuk berguru ilmu kanuragan. Yai Mustain : "Buya, dalem izin bade berguru kanuragan” (Buya, saya izin mau berguru ilmu kanuragan) Mbah Yai Romli : “ojok! Nggak ridho saya awakmu berguru kanuragan, pingin opo awakmu? Pingin sakti ta?” (Jangan! Aku tidak ridlo kau berguru kanuragan. Kamu ingin apa? Ingin sakti?) Yai Mustain : "Inggih, buya” (Iya, Buya) Mbah Yai Romli : “sek, saya ape takok, jawaben! Awakmu lek dirasani uwong loro ati po nggak?” (Sebentar, saya ingin tanya, jawablah! Kalau kau dipergunjingkan orang, sakit hati apa tidak?)" Yai Mustain : "inggih loro ati, buya” (Iya, sakit hati, Buya) Mbah Yai Romli : "lek ngunu ojo ngerasani uwong!” (Kalau begitu jangan menggunjing orang!) Mbah Yai Romli : "awakmu lek di elokno wong loro ati opo nggak?” (Kalau kau dihina orang, sakit hati ap...

Kisah Ulama Besar Mesir Membersihkan Wc Umum

Image
Syaikh Mutawalli as-Sya'rawi rahimahullah dalam perjalanan pulang dari mengisi kuliah umum di sebuah Universitas menentukan berhenti di area toilet umum. Sopir yang mengantar ia merasa heran, Syaikh Mutawalli ternyata sedang membersihkan dan menyikat lantai toilet. "Apa yang Anda lakukan, wahai Syaikh?" tanya sopir "Saya sedang menebus dosa yang gres saja saya lakukan. Saya merasa besar hati saat pulang dari kuliah umum dan mendapat penghormatan yang luar biasa dari Universitas. Dengan begini, saya sedang menenangkan hati saya sendiri bahwa saya bukan siapa-siapa." jawab Syaikh Mutawalli sambil menahan isak sedih. Dari dongeng tersebut, kita sanggup mengambil pelajaran penting bahwa sekian panjang perjalanan hidup, bergotong-royong kiprah besar insan yaitu noto ati (menata hati). Kata Baginda Nabi saw. “Hati yaitu sentra segala energi yang bisa menarik insan pada dua keadaan: damai dan panik (gundah)”. Hati damai yaitu hati yang lepas dari kecen...

Kisah Penghafal Al-Qur’An Yang Dijamin Rezekinya Oleh Allah

Image
Hatim Al-Ashom yakni ulama besar kaum muslimin, pola dalam kesederhanaan dan tawakkal. Suatu hari, ia berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan. Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hafal Al-Qur’an. Dia menenangkan semua: "Biarkan dia pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rezeki dan tidak pernah mati!" Hatim pun pergi, Hari itu berlalu, malam tiba menjelang. Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka. Putri yang hafal Al-Qur’an itu kembali meyakinkan mereka: "Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rezeki dan tidak pernah mati!" Dalam suasana menyerupai itu, pintu rumah mereka diketuk. Lalu pintu pun dibuka. Terlihat para penunggang kuda. Mereka bertanya: "Adakah air di ...

Kisah Madu Dapat Menyembuhkan Penyakit Diabetes

Image
KH. Abdullah Salam ialah ulama kharismatik. Bagi masyarakat di tempat Pati dan sekitarnya, Kiai Abdullah seringkali dijadikan tempat untuk meminta nasihat, bertanya bahkan keluh kesah dan lain lain. Suatu saat ada tamu yang sowan pada beliau, keperluannya ialah berobat. Tamu tersebut terkena penyakit kencing cantik (diabetes). Kiai Abdullah berkata: "Anda sakit begini kok berobatnya ke tempat saya, kenapa kok tidak ke dokter saja?" "Saya sudah ke dokter Kiai, namun tidak ada perkembangan. Jadi, aku sowan ke Kiai" jawab si tamu "Lho, Anda ini aneh, dokter saja tidak dapat menyembuhkan, apalagi saya?" kata Kiai Abdullah Karena si tamu terus memaksa minta tolong diobati oleh Kiai Abdullah. Akhirnya Kiai Abdullah berkata, "Baiklah, jikalau Anda ngawur, aku juga ngawur ya. Kalau mau, aku ini punya madu. Minum pagi dan sore ya?" Si tamu menjawab, "Lah Kiai, penyakit aku ini kencing manis, masak mau diobati dengan madu, apa...

Kisah Lahirnya Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

Image
Khalifah Umar bin Abdul Aziz yakni cicit dari Sayyidina Umar bin Khattab, sehingga ia juga sering disebut Khalifah Umar II. Khalifah Umar bin Abdul Aziz sangat masyhur sebagai orang yang wira'i, terutama dikala ia menjadi khalifah, ia sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang negara. Suatu malam, Khalifah Umar bin Abdul Aziz terlihat sibuk menyelesaikan sejumlah kiprah di ruang kerja istananya, Tak usang berselang putranya masuk ke ruangannya dan hendak membicarakan sesuatu kepadanya. Khalifah Umar bin Abdul Aziz bertanya: "Untuk urusan apa wahai anakku engkau tiba ke sini, urusan negara ataukah keluarga?" "Urusan keluarga ayahanda", jawab putranya Tiba-tiba Khalifah Umar bin Abdul Aziz mematikan lampu penerang di atas mejanya, seketika suasana gelap. Kemudian putranya bertanya: "Kenapa ayah mematikan lampu itu?" Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata: "Putraku, lampu yang sedang ayah pakai bekerja ini milik negara, minyak ya...

Umar Bin Abdul Aziz, Raja Yang Adil Dan Sangat Sederhana

Image
Masjid Jami’ Al-Umawi, Damaskus tahun 99 H. Masyarakat berkumpul menjelang pembaiatan khalifah gres mereka. Ketika diketahui bahwa nama yang harus dibaiat ialah Umar bin Abdul Aziz, Umar tidak tahan. Dia yang ada di shaf pertama terduduk lemas. Hancur hatinya dan gemetar badannya. Para ulama mencoba membantunya bangkit di mimbar untuk pidato kekhilafahan perdana. Dia mencoba bicara. Tapi tidak bisa. Menangis dan menangis. Ketakutan menguasai hatinya. Akhirnya, suaranya keluar, “Aku kembalikan baiat kalian kepada kalian. Aku tidak minat dengan kekhilafahan ini.” Semua orang ikut menangis dan menyeru, “Kami tidak ingin pemimpin kecuali engkau.” Umar pun mengungkapkan isi gemuruh hatinya. Tentang kematian. Tentang pertemuan dengan Allah. Tentang kehancuran para pemimpin sebelumnya. Semua yang di masjid semakin menangis. Roja’ bin Haiwah berkata: "Demi Allah, saya melihat dinding-dinding masjid ketika kami menangis, apakah dinding-dinding ini ikut menangis bersama kam...

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Dengan Tangannya

Image
Suatu saat Imam Al-Ghazali menjadi imam di sebuah masjid. Tetapi adiknya yang berjulukan Ahmad tidak mau berjama’ah bersamanya, kemudian Imam Al-Ghazali berkata kepada ibunya : “Wahai ibu, perintahkan adikku, Ahmad, semoga shalat mengikutiku, supaya orang-orang tidak menuduhku selalu bersikap buruk terhadapnya”. Ibu Imam Al-Ghazali kemudian memerintahkan putranya Ahmad semoga shalat makmum kepada kakaknya, Al-Ghazali. Ahmad pun melakukan perintah sang ibu, menjadi makmum Imam Al-Ghazali. Namun ditengah-tengah shalat, Ahmad melihat darah membasahi perut Imam Al-Ghazali. Tentu saja Ahmad memisahkan diri (mufaraqah). Seusai shalat, Imam Al-Ghazali bertanya kepada Ahmad, adiknya itu : “Mengapa engkau memisahkan diri (mufaraqah) dalam shalat yang saya imami tadi?”.  Adiknya menjawab : “Aku memisahkan diri, alasannya yakni saya melihat perutmu berlumuran darah”. Mendengar balasan adiknya itu, Imam Al-Ghazali mengakui, hal itu mungkin alasannya yakni dia saat shalat hatinya s...

Kisah Ulama Besar Mencium Tangan Penjual Dawet

Image
Mbah Dullah (KH. Abdullah Salam) Sewaktu akan memberi sambutan, tiba-tiba turun dari panggung, padahal di depan panggung sudah duduk para kiai, pejabat sentra maupun kawasan dan ribuan santri maupun tamu undangan. Mbah Dullah turun dan eksklusif pergi menemui penjual dawet di pinggir jalan. Mbah Dullah dengan ta’dzim menyapa penjual dawet itu dan mencium tangannya. Ribuan pasang mata menyaksikan insiden itu, mereka bertanya-tanya siapakah penjual dawet ini, hingga Mbah Dullah seorang kiai sepuh dan kesohor waliyullah dari Kajen-Margoyoso, Pati, Jawa Tengah ini mencium tangannya. Setelah mencium tangan penjual dawet, Mbah Dullah kembali lagi ke panggung dan berpidato dengan singkat : ” Tawasul itu penting untuk mengikat talinya gusti Allah, sembari mengutip ayat  وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ...  ...

Kumpulan Karomah Syaikh Nawawi Al-Bantani

Image
1.)  Menjadikan Telunjuknya Sebagai Penerang (Lampu) Pada suatu waktu dia pernah mengarang kitab dengan memakai telunjuk dia yang dijadikan sebagai lampu, ketika itu dalam sebuah perjalanan. Karena tidak ada cahaya dalam syuqduf atau rumah-rumahan, sementara aspirasi tengah kencang mengisi kepalanya. Syaikh Nawawi kemudian berdoa memohon kepada Allah Ta’ala semoga telunjuk kirinya sanggup menjadi lampu semoga sanggup menerangi jari kanannya yang dipakai untuk menulis itu. Kitab yang kemudian lahir dengan nama Maraqi al-‘Ubudiyyah syarah Matan Bidayah al-Hidayah itu harus dibayar dia dengan cacat pada jari telunjuk kirinya. Cahaya yang diberikan Allah pada jari telunjuk kiri dia itu membawa bekas yang tidak hilang. 2.) Melihat Ka’bah Dari Arah Ribuan Kilometer Karomah dia yang lain juga diperlihatkannya di ketika mengunjungi salah satu masjid di Jakarta, yakni Masjid Pekojan. Masjid yang dibangun oleh salah seorang keturunan cucu Rasulullah saw Sayyid Utsman bin ‘Agil b...

Kisah Pertemuan Syaikh Nawawi Al-Bantani Dengan Ulama Jawa

Image
Dahulu, sewaktu Syaikh Nawawi Al-Bantani pulang kampung ke tanah Jawa (Banten). Syaikh Nawawi Al-Bantani mengadakan pertemuan dengan para ulama Jawa terutama sahabat-sahabatnya sewaktu menuntut ilmu di Mekkah. Di antaranya; Syaikh Kholil Bangkalan, Syaikh Sholeh Darat Semarang, Syaikh Abdul Karim Kaliwungu, Syaikh Anwar Batang. Pertemuan itu disepakati bertempat di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah tepatnya di kediaman Syaikh Anwar. Di samping letaknya pertengahan antara Bangkalan (Jawa Timur) sebagai daerah tinggal Syaikh Kholil dan Banten (Banten) sebagai daerah tinggal Syaikh Nawawi. Ini juga dimaksudkan supaya tidak diketahui oleh Kolonial Belanda, alasannya yaitu Kolonial Belanda sangat keras jikalau ada pertemuan-pertemuan orang pribumi. Kolonial Belanda khawatir adanya pemberontakan oleh orang-orang pribumi. Namun, walaupun pertemuan para ulama itu sudah dirahasiakan sedemikian rapi tetap saja Kolonial Belanda mencium kabar itu. Akhirnya, tentara Kolonial Belanda de...

Kisah Imam Al-Ghazali Menemui Kh. Sholeh Darat Di Semarang

Image
Semua kitab karya KH. Sholeh Darat berisi anutan tasawuf. Meski membahas fiqih, isinya pun banyak anutan tasawuf. Kitab kecil pecahan shalat dan wudhu, Lathaifut Thaharah wa Asrarus Shalat, juga berisi anutan wacana tasawuf. Juga kitab Majmu’ Syariat  maupun Fasolatan, ada tasawuf di dalamnya. Terlebih dalam kitab yang memang membahas wacana tasawuf, ibarat Munjiyat, Minhajul Atqiya fi Syarhi Ma’rifatil Adzkiya’, Tarjamah Al-Hikam, dan Syarah al-Burdah, penuh anutan wacana pencucian hati dan penghambaan sejati kepada Allah. Karena keahlian Mbah Sholeh Darat sebagai andal tasawuf (selain keahlian di banyak bidang lain), dia dijuluki Imam Al-Ghazali-nya tanah Jawa. Sebab, semua kitab karyanya selalu mengutip anutan tasawufnya Imam Al-Ghazali. Dan memang dia sendiri menyebut bahwa karya-karyanya itu memetik dari kitab tasawuf Al-Ghazali. Kebiasaan  dia usai mulang (mengajar) ngaji yaitu menulis atau mengarang kitab. Mbah Sholeh di dalam kamar, duduk di lantai menghada...

Kisah Pegulat Menjadi Wali Berkat Cinta Pada Keturunan Nabi

Image
Bagi kalangan umat Muslim yang erat dengan dunia tasawuf, tentu nama Syekh Abul Qasim Junaid al-Baghdadi sudah tak lagi asing di indera pendengaran mereka. Bagaimana tidak, ia begitu populer akan kewaliannya. Sampai-sampai, setiap kali membaca hadrah (pembacaan Surat Al Fatihah sebelum melaksanakan amalan mujahadah) para salik—sebutan bagi orang yang telah menempuh jaan tarekat—selalu mengkhususkan penyebutan nama Abul Qasim Junaid Al-Baghdadi sempurna sesudah penyebutan nama Suthanul Auliya' Syekh Abdul Qodir Al Jilani, sang raja wali. Lantas, bagaimanakah sejarah kewaliannya hingga ia begitu masyhur, populer sebagai kekasih Allah? Ternyata, ia bekerjsama merupakan seorang pegulat tangguh tak terkalahkan pada masanya. Ia juga sangat ditakuti oleh para lawannya. Hingga suatu ketika, sang raja pada masa itu mengadakan sayembara bahwa siapa saja yang sanggup mengalahkan Abul Qasim akan mendapat hadiah yang begitu banyak. Sayembara tersebut karenanya terdengar juga oleh s...

Kisah Kh. Ahmad Ru’Yat Menolak Hadiah Setengah Milyar

Image
Suatu hari, KH. Idham Chalid (Ketua PBNU sekaligus Wakil Perdana Menteri RI) berkunjung atau sowan ke rumah KH. Ahmad Ru’yat atau Mbah Ru’yat di Kaliwungu, Kendal. Pada waktu itu, Mbah Ru’yat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kaliwungu.  Setelah menerima nasihat-nasihat dari ulama sepuh Kaliwungu tersebut, KH. Idham Chalid pamit pulang. Akan tetapi, sebelum beranjak dari rumah Mbah Ru’yat, KH. Idham Chalid memperlihatkan sumbangan/hadiah berupa uang sebesar Rp. 200 ribu (nominal kini sekitar Setengah Milyar). Namun, proteksi itu ditolak secara halus oleh Mbah Ru’yat. KH. Idham Chalid pun sedikit memaksa semoga proteksi itu diterima oleh Mbah Ru’yat. “Yai, ini ada proteksi uang untuk pembangunan pondok” begitu kata KH. Idham Chalid “Pondoknya sudah aku bangun” jawab Mbah Ru’yat “Ya sudah, proteksi ini untuk Yai saja” sahut KH. Idham Chalid “Sudah, aku sudah cukup, aku jualan jamu dan kitab-kitab, bagi aku itu sudah cukup” terang Mbah Ru’yat Akhirn...

Kisah Ibunda Imam Bukhari Bertemu Nabi Ibrahim

Image
Imam Bukhari yaitu salah satu perawi hadis sahih yang lahir di tanah Bukhara, Uzbekistan. Penyusun kitab fenomenal “Sahih al-Bukhari” ini mempunyai nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim ibn al-Mughirah bin Bardizbah. Imam yang lahir pada tanggal 13 Syawwal 194 H. ini pernah mengalami kebutaan di waktu kecil, namun penyakit itu sirna sehabis sang ibunda bermimpi dengan Nabi Ibrahim. Di dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Allah SWT telah mengembalikan penglihatan anakmu, sebab tangisanmu dan banyaknya doa yang engkau lafalkan”. Dalam usia 10 tahun, ia telah hafal ribuan hadis. Bahkan dalam usia 11 tahun, ia berani mengoreksi seorang ulama yang salah menyebutkan sanad hadis. Pada usia 16 tahun, ia bisa menghafal karya-karya Imam Ibnu al-Mubarak dan Imam Waki’. Ketika menunaikan haji bersama ibu dan saudaranya Ahmad, ia tidak mau pulang dan menentukan menetap di Mekah demi mencari hadis. Menjelang usia 18 tahun, ia sudah mendokumentasikan putusan...