Kisah Kerendahan Hati Para Kiai
Saya tidak absurd dengan ndalem tersebut. Pertama kali aku menginjakkan kaki di sana bersama abah saya. "Kalau badung dijewer mawon (saja), Kiai," kata abah kepada pemilik ndalem itu ketika menitipkan aku kepadanya. Pemilik ndalem itu ialah KH. Masbuhin Faqih, Gresik. Ia sosok kiai yang tawadhu luar biasa kepada guru-gurunya. Beliau sering kisah betapa semua yang didapatkan hari ini tak lain dan tidak bukan alasannya ialah doa dari guru-gurunya. "Al-faqir ini orang yang bodoh, yang menciptakan pondok ini besar dan dipercaya masyarakat berkah dari keridhoan para guru," ucap Kiai Masbuhin dalam banyak sekali ceramahnya. Banyak pelajaran yang dia ceritakan pada para santri. Mengenai masa-masa dia selama nyantri di Langitan, Tuban. Salah satunya, selama 15 tahun nyantri dia tidak berani sekali pun melewati depan ndalem-nya Kiai Abdul Hadi Zahid maupun Kiai Abdullah Faqih. Pernah suatu ketika dia dicoba oleh Allah, ayahandanya tidak sanggup ...